Demo Hari Tani 2025 di Kawasan DPR, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
TajukRakyat.com,Jakarta - Demo Hari Tani Nasional 2025, yang diperingati setiap tanggal 24 September, berisi tuntutan petani untuk menyelesaikan berbagai persoalan agraria dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Pada Hari Tani Nasional 2025, Solidaritas Petani Indonesia (SPI) menyuarakan delapan tuntutan utama terkait konflik agraria, reforma agraria, pengelolaan tanah negara.
Kemudian revisi beberapa undang-undang terkait pangan, kehutanan, dan koperasi, serta pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja yang dianggap menghambat pelaksanaan reforma agraria.
Hari Tani Bagian dari Perjuangan Panjang
Demo Hari Tani ini merupakan bagian dari perjuangan panjang petani Indonesia agar cita-cita reforma agraria sejati dapat terwujud dan keadilan agraria serta kesejahteraan petani dapat dicapai.
Selain aksi demo, biasanya juga diselenggarakan kegiatan lain seperti diskusi publik, festival pangan nusantara, dan doa bersama.
Hari Tani Nasional sendiri dipilih tanggal 24 September karena bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 yang menjadi dasar hukum agraria di Indonesia.
Polisi Rekayasa Lalu Lintas
Polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada hari ini Rabu 24 September 2025.
Guna mengamankan jalannya aksi unjuk rasa, polisi juga mengerahkan 1.438 personel polisi lalu lintas.
Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menjelaskan rekayasa lalu lintas akan difokuskan di wilayah Bendungan Hilir (Benhil), Pejompongan, hingga Senayan.
Pengalihan arus lalu lintas dimulai sejak pagi hari untuk mengantisipasi kepadatan akibat aksi demonstrasi.
“Jadi yang mengarah-mengarah ke DPR saat ini sudah mulai pelan-pelan kita alihkan,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Adapun pengalihan arus yang diterapkan:
- Bagi masyarakat yang ingin mengarah ke Slipi dialihkan melalui Bendungan Hilir (Benhil), dan kendaraan diarahkan melewati Pejompongan.
- Bagi masyarakat yang ingin ke arah Cengkareng diarahkan melalui Permata Hijau. Yakni dari Gerbang Pemuda bisa mengarah ke Patal Senayan terus ambil arah ke Permata Hijau lanjut sampai sampai bertemu Jalan Panjang.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk menghindari Jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi menuju Slipi, serta kawasan GBK.(*)
Komentar (0)