Pegawai SPPG Viral Olok-olok Siswi Terdampak MBG di Karo Akhirnya Dipecat
Foto: Pegawai SPPG viral Olok-olok siswi di Karo akhirnya dipecat. [Istimewa]
TajukRakyat - Polemik pegawai SPPG viral karena diduga mengolok-olok siswi yang terdampak dalam insiden Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, berujung pada pemberhentian.
Pegawai SPPG yang bertugas di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tersebut akhirnya dipecat setelah pernyataannya di media sosial menuai sorotan publik.
Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Gagat menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh pegawai SPPG viral tersebut. Menurutnya, personel yang terlibat dalam program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus menjaga etika dan cara berkomunikasi.
“Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan,” kata Gagat, dikutip dari detikJogja, Senin (21/9/2026).
Ia menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran SPPG. Pasalnya, bekerja dalam program MBG berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, termasuk anak-anak sebagai penerima manfaat.
Menurut Gagat, setiap informasi mengenai masyarakat yang diduga mengalami dampak dari persoalan keamanan pangan harus disikapi secara serius dan penuh empati.
Candaan maupun komentar yang berpotensi merendahkan pihak yang sedang menghadapi masalah, kata dia, tidak semestinya dilakukan oleh petugas yang terlibat dalam program tersebut.
Gagat juga meminta agar kasus pegawai SPPG viral ini tidak hanya dilihat sebagai persoalan individu. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama agar seluruh personel lebih berhati-hati ketika berkomunikasi, terutama di ruang publik dan media sosial.
“Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Bekerja dengan benar, berkomunikasi dengan baik, dan tetap memiliki empati,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap unggahan atau pernyataan dari personel SPPG dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG secara keseluruhan.
Karena itu, seluruh jajaran SPPG diminta memahami sensitivitas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta menjadikan empati dan sikap saling menghormati sebagai bagian dari budaya kerja.
Komentar (0)