Diduga Terhimpit Ekonomi, Nelayan Hamparan Perak Ditemukan Meninggal di Pohon Nangka
Foto: Nelayan ditemukan terkapar di Hamparan Perak. [Istimewa]
TajukRakyat, DeliSerdang - Warga Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, digegerkan dengan penemuan seorang pemuda nelayan yang meninggal dunia di sebuah pohon nangka, Senin (2/11/2026) pagi.
Korban berinisial Irwan (22), ditemukan di Dusun III, Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak. Polisi menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan ekonomi yang tengah dihadapi korban.
Kapolsek Hamparan Perak, Kompol Chandra Tua Situmorang, mengatakan jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Sahminan (58), sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat itu, Sahminan sedang berjalan kaki melintasi jalan di sekitar lokasi. Ia kemudian melihat korban dalam kondisi tergantung di pohon nangka yang berada di pinggir jalan.
Melihat kejadian tersebut, saksi segera melaporkannya kepada warga sekitar dan Kepala Dusun III.
Mendapat laporan itu, personel Polsek Hamparan Perak yang dipimpin Pawas IPDA Sutoyo langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta melakukan penanganan awal.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban mengenakan celana training panjang berwarna hitam tanpa baju. Leher korban terikat tali nilon putih yang ujungnya tersambung pada batang pohon nangka.
Kepala Desa Klambir, Ibrahim, bersama keluarga korban kemudian meminta agar jasad segera diturunkan. Petugas bersama warga selanjutnya memotong tali yang terikat pada batang pohon.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kompol Chandra Tua Situmorang saat dikonfirmasi wartawan, Senin (2/11/2026).
Untuk memastikan kondisi korban, Pawas kemudian berkoordinasi dengan Pamapta dan Tim Inafis Polres Pelabuhan Belawan guna melakukan pemeriksaan serta olah TKP.
Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis, ditemukan bekas jeratan pada leher korban. Polisi menyebut tidak ditemukan indikasi kekerasan lain pada tubuh korban.
Irwan diketahui berprofesi sebagai nelayan dan tinggal seorang diri di sebuah gubuk di areal perladangan yang tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sementara itu, keluarga korban meminta agar jenazah tidak dilakukan autopsi. Permintaan tersebut disertai dengan surat pernyataan yang dibuat oleh pihak keluarga.
Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah keluarga di Dusun VI, Gang Pelangi, Desa Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak.
Dalam keterangannya, Kompol Chandra Tua Situmorang juga mengungkap adanya riwayat serupa dalam keluarga korban.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, kakak kandung Irwan diketahui meninggal dunia sekitar empat tahun lalu dalam peristiwa bunuh diri di dalam rumah.
Meski demikian, polisi masih mendasarkan dugaan penyebab peristiwa ini pada keterangan yang diperoleh selama penanganan awal.
Kapolsek Hamparan Perak menyebut persoalan ekonomi diduga menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
“Enggak jauh dari masalah ekonomi juga ini,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi dan tekanan hidup dapat menjadi beban berat bagi seseorang. Dukungan keluarga, lingkungan, serta kepedulian terhadap kondisi orang-orang di sekitar menjadi hal penting agar mereka yang sedang menghadapi kesulitan tidak merasa sendirian.
Komentar (0)