Gunung Sinabung Erupsi, 2 Desa di Karo akan Dievakuasi

Gunung Sinabung Erupsi, 2 Desa di Karo akan Dievakuasi

Foto: Gunung Sinabung erupsi. [Dok BPBD Sumut]

Gunung Sinabung erupsi dan kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Kondisi tersebut membuat pemerintah menyiapkan langkah evakuasi terhadap ribuan warga yang tinggal di dua desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Dua wilayah yang masuk dalam rencana evakuasi tersebut adalah Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, dan Desa Payung, Kecamatan Payung.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi menyusul peningkatan status Gunung Sinabung dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga sejak Senin (31/8/2026).

Berdasarkan data BPBD Sumatera Utara, terdapat sekitar 844 kepala keluarga atau 2.451 jiwa yang masuk dalam rencana evakuasi dari kedua desa tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan proses evakuasi direncanakan mulai dilakukan pada Selasa (1/9/2026).

Untuk warga Desa Kuta Tengah, terdapat sekitar 190 KK atau 400 jiwa yang akan dievakuasi. Mereka nantinya diarahkan menuju Jambur Sukatepu dan KDKMP Sukatepu.

Sementara itu, jumlah warga Desa Payung yang masuk dalam rencana evakuasi jauh lebih besar. Tercatat sekitar 654 KK atau 2.051 jiwa yang akan dipindahkan sementara ke lokasi aman.

"Warga (Desa Payung) akan diarahkan menuju Jambur Desa Batukarang," kata Sri Wahyuni ketika dikonfirmasi Selasa (1/9/2026).

Sri mengatakan, rencana evakuasi tersebut merupakan langkah antisipasi pemerintah terhadap kemungkinan meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

Gunung Sinabung Erupsi dengan Kolom Abu Capai 3.500 Meter

Gunung Sinabung erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB. Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) Sinabung, Armen Putra, mengatakan peningkatan status gunung api tersebut dilakukan setelah adanya rangkaian aktivitas vulkanik sebelum erupsi.

Menurut Armen, sebelum erupsi terekam sebanyak 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa hembusan, dan satu kali tremor harmonik.

"Terhitung siang tadi pukul 12.30 WIB, status Gunung Sinabung naik menjadi siaga," ujar Armen. 

Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

Dengan naiknya status menjadi Level III Siaga, masyarakat maupun wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dari petugas.

Masyarakat dan pengunjung dilarang melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi. Selain itu, aktivitas juga harus dihindari dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung serta radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama ketika terjadi hujan di kawasan puncak.

Pemerintah bersama BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta menyiapkan kebutuhan evakuasi.

Masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan petugas apabila kondisi Gunung Sinabung kembali mengalami peningkatan aktivitas


Reporter: Rio Bramastra | Editor: Rio Bramastra | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas