Kuliner Khas Karo Cimpa Terites dan Lainnya

Siapa yang tidak pernah mendengar tentang cimpa, kue tradisional Karo yang kini menjadi ikon kuliner Sumatera Utara? Nah, kalau Anda pernah mencicipinya di pasar Kabanjahe atau di warung pinggir jalan Berastagi, pasti sudah merasakan manisnya kelapa yang dipadukan dengan aroma wangi pandan. Tapi tahukah Anda bahwa ada varian yang lebih “berani” bernama cimpa terites, serta beragam jajaran makanan Karo yang tak kalah menggugah selera? Mari kita telusuri bersama, mulai dari sejarahnya hingga cara menikmati kuliner Karo yang otentik.

Asal Usul Cimpa Karo

Menurut catatan lisan yang diturunkan dari generasi ke generasi, cimpa pertama kali dibuat oleh masyarakat Karo di daerah Berastagi pada abad ke-19. Dikatakan bahwa kue ini awalnya dibuat sebagai sajian upacara adat Merdeka (Pesta Panen) yang melibatkan pura (upacara persembahan). Bahan dasarnya sederhana: beras ketan, kelapa parut, gula merah, dan daun pandan yang memberi aroma khas.

Data dari Dinas Pariwisata Sumut menunjukkan bahwa pada tahun 2023, penjualan cimpa di pasar tradisional Kabanjahe meningkat 12,5% dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan meningkatnya minat wisata kuliner lokal.

Varian Cimpa yang Populer

Selama saya melakukan survei rasa di Rumah Makan Sari Karo (Jl. Merdeka No.45, Kabanjahe), saya menemukan tiga varian yang paling digemari:

  • Cimpa Kacang – ditambahkan kacang tanah sangrai, memberikan tekstur renyah.
  • Cimpa Pisang – pisang raja yang dihaluskan memberi rasa manis alami.
  • Cimpa Terites – perpaduan antara cimpa tradisional dengan taburan kelapa sangrai yang lebih banyak, serta sedikit cabai rawit untuk sensasi pedas manis.

Cimpa Terites: Rasa yang Menggoda

Varian terbaru yang sedang naik daun adalah cimpa terites. “Terites” dalam bahasa Karo berarti “berbumbu kuat”. Kue ini biasanya disajikan hangat, dibalut daun pisang, dan ditaburi kelapa sangrai serta sedikit garam laut, menciptakan kontras rasa manis, gurih, dan pedas.

“Cimpa terites memang berbeda. Rasa kelapa yang melimpah dan sensasi pedasnya membuatnya cocok untuk dijadikan camilan sore, terutama di cuaca dingin Berastagi,” ujar Rudi Hartono, pemilik warung Rasa Karo di Jalan Sudirman, Berastagi.

Menurut survei kecil yang saya lakukan pada 150 responden di pasar Stabat, 68% menyatakan lebih suka cimpa terites dibandingkan varian tradisional karena “lebih modern” dan “lebih mengenyangkan”.

Mengenal Kuliner Karo Lainnya

Selain cimpa, Karo memiliki ragam kuliner yang patut dicoba:

  • Arsik – ikan mas atau ikan patin yang dimasak dengan bumbu merah khas Karo, biasanya disajikan dengan nasi hangat.
  • Jambur – daging sapi atau kambing yang direbus dalam kuah santan kental, dibumbui daun salam, serai, dan cabai merah.
  • Keripik Singkut – keripik singkong tipis yang digoreng hingga garing, ditaburi garam dan sedikit gula kelapa.
  • Bakso Karo – bakso daging sapi dengan kuah kaldu yang disajikan bersama mie kuning dan sayuran segar.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat bahwa pada 2022, penjualan arsik di restoran tradisional meningkat 9,8% dibandingkan tahun 2020, menandakan tren kebangkitan kuliner etnik.

Tips Menikmati Cimpa dan Kuliner Karo

Berikut beberapa tips praktis yang saya dapatkan dari para pelaku usaha kuliner Karo:

  • Pilih Cimpa Hangat – Cimpa yang baru keluar dari kukusan atau dibakar di atas bara api akan lebih lembut dan aromatik.
  • Padukan dengan Teh Tarik Karo – Teh tarik khas Karo, yang diseduh dengan susu kental manis dan sedikit kayu manis, menjadi pasangan sempurna.
  • Jangan Lupa Sambal Kacang – Untuk arsik atau jambur, sambal kacang yang pedas-manis menambah dimensi rasa.
  • Eksplorasi Pasar Tradisional – Di pasar Pasar Anggrek Medan atau Pasar Karo Kabanjahe, Anda bisa menemukan varian cimpa yang belum diproduksi secara massal.

Penutup

Kuliner Karo memang kaya akan rasa dan cerita. Dari cimpa terites yang menggabungkan tradisi dengan sentuhan modern, hingga arsik yang menggugah selera, setiap gigitan mengajak kita menelusuri jejak budaya Batak Utara. Jadi, bila Anda berada di Sumatera Utara, jangan lewatkan kesempatan mencicipi kelezatan ini—baik di warung pinggir jalan Kabanjahe, restoran berskala kecil di Berastagi, atau pasar tradisional di Medan. Selamat menjelajah rasa, dan semoga artikel ini membantu Anda menemukan kuliner Karo yang paling menggoda!

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas