TajukRakyat.com,Medan – Sepeda motor driver ojek online (ojol) dilarikan penumpangnya di Jalan Amaliun, depan Hotel Pondok Wisata, Sabtu (9/8/2025) malam
Korbannya Pria Setia Joko Susilo (38) mengalami kerugian belasan juta rupiah.
Yang Pesan Lain Penumpang Lain
Diceritakannya, mulanya dia menerim pesanaan dari pelanggan bernama Yudistira, yang tercantum di aplikasi.
Pelanggan naik dari Jalan Kirab Remaja, Sei Semayang menuju Jalan Puri, Kota Matsum.
“Yang order atas nama Yudistira, tapi yang naik beda orang. Katanya dia minta tolong sama teman untuk Medan ojol,” kata Pria kepada awak media, Minggu (10/8/25).
Diperjalanan, pelaku berperawakan kulit hitam, berbadan besar, tinggi dan mengenakan topi itu bercerita permasalahan keluarga.
Diperjalanan, pelaku meminta berhenti di Jalan Amaliun, tepatnya di depan Hotel Pondok Wisata.
Pelaku berpura-pura berbicara dengan resepsionis.
Nunggu Teman Untuk Bayar Ojol
Setelah itu, ia pun mengaku jika temannya sedang keluar dan meminta driver menunggu lantaran pelaku mengaku tak memiliki uang untuk membayar tarifnya.
“Dia nunggu uang dari temannya. Karena temannya lagi keluar, kami tunggu di depan hotel itu. Malam itu lagi hujan,” ucapnya.
Saat menunggu, pelaku meminta tolong ke korban untuk membeli rokok dan minuman ke warung.
Saat korban itu lengah, pelaku pun membawa kabur sepeda motor Honda Beat BK 6036 AIR miliknya.
“Awalnya dia minta belikan rokok. Saya lupa kunci sepeda motor lengket. Setelah beli rokok, dia minta tolong lagi belikan minuman. Disitu, dia bawa kabur sepeda motor ku,” ujarnya.
Butuh Biaya Persalinan Istri
Pria mengaku, akibat kejadian itu, ia tak dapat bekerja seperti biasa.
Sementara isterinya sedang mengandung dan membutuhkan biaya untuk persalinan.
Terlebih, rumah yang ditempatinya mengontrak. Pria berharap polisi segera menindak lanjuti laporannya dan menangkap pelaku dan sepeda motornya ditemukan.
“Besok saya buat laporan polisi. Karena sekarang saya masih menunggu surat dari leasing,” tuturnya.
Terpisah, ketua umum Godams, Agam Zubir mengimbau kepada pengurus komunitas untuk terus mengingatkan setiap driver agar menjaga komunikasi dengan driver lainnya saat menjalankan order.
Ia juga berharap pengurus komunitas untuk memberikan info edukatif pada driver baru agar dapat membaca kejanggalan dalam menjalankan order.
“Saya ingatkan terus ke pengurus komunitas agar tidak henti-hentinya mengingatkan anggotanya di komunitas. Agar tidak ada lagi korban-korban lain khususnya driver baru yang ada di komunitas-komunitas kita,” pesannya.(saka)