Panduan Backpacker ke Simalungun 3 Hari 2 Malam Budget Hemat

Panduan Backpacker ke Simalungun 3 Hari 2 Malam Budget Hemat

Siapa bilang backpacker harus menguras kantong? Di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Simalungun, ada rute tiga hari dua malam yang bisa bikin kamu tetap puas menjelajah sekaligus menekan budget. Mulai dari Danau Toba yang ikonik, melintasi desa tradisional, hingga menapaki jejak budaya Batak, semua bisa dirasakan tanpa harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah per hari.

Hari Pertama: Medan – Parapat – Danau Toba

Berangkat dari terminal Medan Harmoni pukul 06.00 WIB dengan bus ekonomi Trans Sumut (tarif Rp 45.000). Perjalanan 3,5 jam membawa kamu melintasi pegunungan berkelok, dan sesaat sebelum tiba di Parapat, kamu akan disambut pemandangan Danau Toba yang memukau. “Kalau Anda ingin merasakan keindahan Toba tanpa harus menginap di resort mahal, pilihlah penginapan homestay di sekitar Pulau Samosir,” kata Rudi Hartono, pemilik Homestay Samosir View dalam sebuah wawancara singkat.

Setelah menuruni perahu cepat (tarif Rp 30.000) ke Pulau Samosir, pilihlah Penginapan Samosir Backpacker yang menawarkan kamar asrama seharga Rp 80.000 per malam, termasuk sarapan sederhana. Sore harinya, kamu bisa menyusuri Jalan Pusuk Buhit atau sekadar duduk santai di tepi danau sambil menikmati sunset yang menawan. Data BPS mencatat rata-rata kunjungan wisatawan ke Danau Toba pada 2023 mencapai 1,2 juta orang, namun sebagian besar tetap memilih akomodasi budget.

Hari Kedua: Eksplorasi Budaya di Desa-desa Tradisional

Pantai Parapat ke Desa Tomok

Mulai hari dengan sarapan nasi goreng dan kopi hitam, kemudian naik ojek sewaan (tarif Rp 20.000) menuju Desa Tomok. Di sini, kamu dapat mengunjungi Rumah Adat Batak Toba dan melihat proses pembuatan ulos tradisional. “Kita masih menjaga warisan tenun ulos dengan cara turun temurun. Wisatawan yang datang biasanya penasaran dan ingin belajar langsung,” ujar Sri Lestari, penenun ulos di Tomok.

  • Biaya masuk museum: Rp 5.000
  • Workshop tenun: Rp 30.000 (termasuk bahan)
  • Makan siang di warung lokal: Rp 25.000

Setelah menikmati kuliner khas seperti arsik dan naniura, lanjutkan perjalanan ke Desa Parbaba. Di sini, ada Air Terjun Sipiso-piso yang menuruni tebing setinggi 120 meter, cocok untuk foto Instagram. Tiket masuk hanya Rp 10.000, dan kamu bisa trekking ringan selama 45 menit.

Malam di Parbaba

Untuk menghemat, pilih Guesthouse Parbaba yang menawarkan kamar double dengan kamar mandi dalam seharga Rp 90.000 per malam. Kamar mandi dalam masih jarang ditemui di homestay budget, jadi ini nilai plus. Sebagai tambahan, guesthouse menyediakan dapur bersama, jadi kamu bisa memasak mie instan atau menyiapkan makanan sederhana dari pasar lokal.

Hari Ketiga: Kembali ke Medan via Parapat

Pagi ketiga, jangan lewatkan Pemandian Air Panas Parapat. Dengan tiket masuk Rp 15.000, kamu bisa berendam air hangat sambil menenangkan otot setelah dua hari trekking. Selanjutnya, naik bus kembali ke Medan (tarif Rp 45.000) dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Jika masih ada waktu, mampir ke Pasar Rakyat Medan untuk mencicipi bakso Medan atau membeli oleh-oleh kue lapis legit. Total perkiraan pengeluaran selama tiga hari ini berada di kisaran Rp 550.000 – Rp 650.000, termasuk transportasi, akomodasi, makan, dan tiket masuk.

Tips Praktis Bagi Backpacker Hemat

  • Transportasi: Pilih bus ekonomi atau travel lokal. Hindari taksi online di wilayah pedesaan karena tarifnya tidak transparan.
  • Akomodasi: Booking lewat platform lokal seperti Traveloka atau langsung ke homestay untuk negosiasi harga.
  • Makanan: Manfaatkan warung pinggir jalan. Rata-rata porsi nasi dengan lauk sederhana hanya Rp 15.000.
  • Perlengkapan: Bawa sleeping bag tipis dan peralatan masak portabel. Banyak guesthouse menyediakan kompor gas.
  • Keamanan: Simpan uang tunai dalam dua tempat terpisah dan selalu bawa kartu identitas.

Penutup

Dengan perencanaan matang, tiga hari dua malam di Simalungun bukan hanya memungkinkan, tapi juga menyenangkan. Anda akan pulang dengan foto-foto menakjubkan, cerita tentang budaya Batak, dan dompet yang masih terjaga. Nah, kalau ada yang belum mencoba, kini saatnya menyiapkan ransel, mengisi botol air, dan melangkah ke jalur backpacker yang ramah di kantong.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas