Panduan Kuliner Pasar Petisah Medan Jajanan dan Makanan
Siapa yang tidak kenal aroma wangi bumbu kari, kecap manis, dan sambal pedas yang menguar di sudut-sudut Pasar Petisah setiap sore? Bagi warga Medan, pasar ini bukan sekadar tempat berbelanja, melainkan arena kuliner yang menantang lidah. Dari bakso berkuah melimpah hingga kue tradisional yang lembut, semua dapat Anda temukan di sini. Nah, kalau Anda belum pernah mencicipi, artikel ini akan menjadi peta rasa yang wajib Anda ikuti.
Sejarah singkat, rasa tetap klasik
Pasar Petisah berdiri sejak tahun 1975, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Medan. Awalnya hanya menjadi pasar tradisional bagi para pedagang sayur dan ikan, namun seiring waktu, food stall mulai bermunculan. Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara, hingga 2023 terdapat lebih dari 300 pedagang makanan yang tersebar di tiga blok utama pasar.
Jajanan wajib coba di Pasar Petisah
1. Bakso Medan “Sinar Jaya”
Bakso ini terkenal karena kuahnya yang bening namun kaya rasa kaldu sapi. Dagingnya dipotong kecil-kecil, memberi tekstur “kenyal” yang berbeda dari bakso biasa. Harga satu porsi sekitar Rp12.000, dan biasanya disajikan dengan mie, pangsit, serta sambal terasi khas Medan.
2. Mie Aceh “Alamanda”
Berbeda dengan mie Aceh pada umumnya, yang satu ini disajikan dengan kuah kental berwarna kuning kecoklatan, dipadu rempah-rempah lengkap: jintan, kayu manis, dan cabai merah. Porsi besar (500 gram) dijual Rp18.000, cocok untuk berbagi bersama teman.
3. Kue Lapis “Siti”
Kue lapis berlapis warna-warni ini menjadi incaran para pecinta manis. Setiap lapis dibuat secara terpisah, menghasilkan rasa yang tidak terlalu manis, melainkan “berpadu” dengan aroma pandan alami. Satu potong dibanderol Rp3.000.
4. Sate Padang “Budi”
Sate Padang di Petisah memiliki kuah kental berwarna oranye, terbuat dari campuran tepung beras, santan, dan bumbu rempah rahasia. Dagingnya dipotong tipis, ditusuk, lalu dibakar hingga berwarna kecoklatan. Harga satu tusuk Rp2.500.
Kutipan dari pelaku pasar
Rizky Hidayat, pemilik warung “Bakso Sinar Jaya” menjelaskan, “Kami selalu menggunakan daging sapi segar yang dipasok langsung dari peternakan di Deli Serdang. Itulah kenapa rasa kuah kami tetap konsisten meski pasar ini ramai.”
Sri Lestari, koordinator pedagang makanan Pasar Petisah menambahkan, “Menurut survei internal tahun 2022, sekitar 65% pengunjung datang khusus untuk mencicipi kuliner. Ini membuktikan bahwa makanan di sini bukan sekadar pelengkap, melainkan daya tarik utama.”
Data pengunjung dan potensi ekonomi
Menurut Survei Pengunjung Pasar Tradisional 2023 yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara, rata-rata 5.000 orang mengunjungi Pasar Petisah setiap harinya, dengan puncak pada akhir pekan mencapai 7.200 orang. Dari angka tersebut, diperkirakan pendapatan harian para pedagang makanan mencapai Rp1,2 miliar, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal.
Tips menjelajah kuliner Pasar Petisah
- Datang lebih awal – warung favorit biasanya penuh pada pukul 14.00. Jika Anda ingin mencicipi bakso Sinar Jaya, usahakan tiba sebelum jam 13.00.
- Bawa uang tunai – sebagian besar pedagang belum menerima pembayaran digital, jadi siapkan uang pas.
- Gunakan peta pasar – blok A, B, dan C memiliki spesialisasi masing-masing. Blok A lebih banyak jajanan tradisional, blok B menyajikan makanan berat, sedangkan blok C fokus pada minuman dan dessert.
- Jangan ragu bertanya – penjual biasanya senang menjelaskan bahan dan cara memasak. Ini juga cara terbaik untuk menemukan menu “rahasia” yang tidak terdaftar.
Kesimpulan
Pasar Petisah bukan hanya sekadar pasar tradisional; ia telah bertransformasi menjadi surga kuliner yang memadukan cita rasa lokal dan inovasi. Dari bakso berkuah bening hingga kue lapis berwarna cerah, setiap gigitan menyimpan cerita yang tak lekang oleh waktu. Jadi, bila Anda berada di Medan, luangkan setengah hari untuk menyusuri lorong‑lorong beraroma harum ini. Siapa tahu, Anda akan menemukan makanan favorit baru yang akan terus Anda ceritakan pada teman‑teman.
Komentar (0)