Polrestabes Medan Bongkar Penjualan Solar Subsidi ke Pabrik Beton, Truk Tangki Modifikasi Disita

Polrestabes Medan Bongkar Penjualan Solar Subsidi ke Pabrik Beton, Truk Tangki Modifikasi Disita

Foto: Polrestabes Medan ungkap penyelewengan BBM. [Istimewa]

TajukRakyat, Medan – Praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang diduga disalurkan ke sektor industri berhasil diungkap Satreskrim Polrestabes Medan. 

Dalam kasus ini, pelaku menggunakan truk dump dengan tangki tambahan hasil modifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar sebelum dijual ke sebuah pabrik beton di Kabupaten Deli Serdang.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Selasa (27/10/2026) malam. Lokasi yang menjadi tujuan penjualan BBM berada di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai aktivitas sebuah truk yang memiliki lebih dari satu tangki bahan bakar. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satreskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan truk dump yang dicurigai melintas di Jalan Medan-Binjai, kawasan Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.

Petugas kemudian menghentikan kendaraan tersebut dan mengamankan sopir berinisial MR (35), warga Jalan Binjai Km 10,5, Medan. Dari pemeriksaan awal, polisi turut menyita truk yang telah dimodifikasi serta berisi sekitar 150 liter BBM jenis bio solar.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan kendaraan tersebut telah dilengkapi tangki tambahan untuk meningkatkan kapasitas angkut bahan bakar.

“Kami amankan truk dengan tangki yang sudah dimodifikasi, ditambah menjadi dua tangki. Sekali angkut, ini bisa setengah ton,” ungkap Calvijn.

Setelah mengamankan sopir, polisi mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jalur distribusi solar tersebut. Dari keterangan MR, petugas kemudian menelusuri sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati yang disebut sebagai lokasi rutin penjualan BBM.

Menurut Calvijn, solar bersubsidi itu dijual dengan harga di atas Rp8.000 per liter. Bahan bakar tersebut diduga digunakan untuk menunjang operasional pabrik, mulai dari menghidupkan alat berat hingga menjadi sumber bahan bakar untuk pembangkit listrik.

“BBM dijual ke pabrik, dengan harga lebih dari Rp8 ribu. BBM kemudian digunakan untuk mengoperasionalkan sejumlah alat berat, termasuk jadi bahan bakar untuk menghidupkan listrik di pabrik,” jelasnya.

Pengungkapan ini belum berhenti pada penangkapan sopir. Penyidik masih memburu pihak yang diduga berkomunikasi dengan MR terkait pemesanan dan pembayaran solar di pabrik beton tersebut.

Polisi juga mendalami asal-usul BBM yang dijual kepada pihak industri. Sejumlah barang yang ditemukan di lokasi, termasuk pelat nomor kendaraan dan barcode pembelian BBM, kini menjadi petunjuk untuk menelusuri sumber pasokan solar.

“Kami sedang mengejar potensial suspect di pabrik ini, asal usul BBM juga sedang kami dalami. Kami temukan beberapa plat nomor dan barcode pembelian BBM, ini jadi petunjuk nantinya dimana BBM itu didapat pelaku. Mohon doanya, agar kami bisa ungkap secara menyeluruh,” pungkas Calvijn.

Penyidik masih terus mengembangkan perkara tersebut guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pihak yang memasok dan membeli BBM bersubsidi tersebut.


Reporter: Rio Bramastra | Editor: Rio Bramastra | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas