Tahana Kasus Narkoba Ditemukan Tewas Tergantung di Rutan Balige
Foto: akhiri hidup atau bunuh diri
TajukRakyat.com,Balige- HRH (36), tahanan kasus narkoba yang dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Balige ditemukan tewas pada Jumat (25/9/2026) dinihari.
HRH yang menempati sel isolasi itu meninggal dunia dalam kondisi tergantung.
Lehernya terikat kain, yang disangkutkan di ventilasi sel tahanan.
Ps Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin Sukriyanto kepada wartawan mengatakan, yang pertama kali menemukan korban adalah ES (23).
ES adalah teman satu kamar tempat korban ditahan.
Sekira pukul 01.20 WIB, ES terbangun hendak ke kamar mandi.
Saat membuka mata, ia melihat HRH sudah dalam keadaan tergantung.
Kaget, ES kemudian teriak memanggil petugas jaga.
Petugas yang mendengar teriakan ES lantas menuju ke sel isolasi.
Saat melihat HRH, petugas langsung menurunkan tubuhnya dan membuka jeratan yang menempel di leher tersangka kasus narkoba tersebut.
Lalu pihak rutan membawanya ke klinik untuk pertolongan pertama.
"Sekira pukul 01.30 WIB, pihak rutan membawa HRH ke RS HKBP Balige," kata Ipda Khairuddin.
Setibanya di rumah sakit pukul 01.43 WIB, HRH dinyatakan sudah meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Porsea untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dugaan sementara, bahwa korban nekat mengakhiri hidup.
Belum ada informasi mengenai motif dari pada tindakan HRH ini.
Pihak berwajib hari itu langsung menghubungi keluarga untuk sama-sama melihat visum luar yang dilakukan petugas medis.
Setelah visum dilakukan, pihak keluarga membuat pernyataan yang isinya tidak keberatan serta tidak perlu dilakukan autopsi atas kematian HRH. Surat ini ditandatangani oleh istri dan adik kandung HRH.
"Namun, apabila ada pihak ketiga yang membuat laporan terkait kematian tersebut, kepolisian akan memprosesnya sesuai ketentuan," terangnya.(**)
Komentar (0)