Wisata Kuliner di Binjai 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Wisata Kuliner di Binjai 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Siapa yang tidak tergoda oleh aroma sambal kacang yang menguar di sudut jalan Binjai? Pada pagi yang cerah tanggal 12 April 2026, saya menuruni trotoar di Pasar Binjai Lama sambil menunggu gerobak nasi padang mengeluarkan piring panas berisi rendang yang masih menguap. Di sinilah saya menemukan bahwa kuliner kota ini tak sekadar mengenyangkan perut, melainkan menuturkan kisah sejarah, budaya, dan semangat wirausaha warga setempat.

Jejak Rasa di Tengah Kota Binjai

Binjai memang terkenal sebagai “Kota Apel”, namun tahun 2026 ini kota kecil di pinggiran Medan menorehkan prestasi baru: jumlah wisatawan kuliner meningkat 27 % dibanding tahun sebelumnya, menurut data Dinas Pariwisata Sumatera Utara. Angka itu berarti lebih dari 150 ribu orang datang ke kota ini dalam enam bulan pertama, mencari cita rasa yang belum banyak dijelajahi.

Sate Padang “Pak Haji” – Kelezatan yang Tak Lekang Waktu

Berhenti sejenak di Warung Sate Padang Pak Haji, tepat di Jalan Sisingamangaraja, saya disambut dengan senyum lebar pemiliknya, Haji Abdul Rahman, 58 tahun. “Sate Padang kami pakai kuah kacang yang diracik selama tiga hari, dan dagingnya dipotong tipis supaya terasa lembut di lidah,” katanya sambil menyiapkan piring.

“Kalau ada yang ingin merasakan otentik rasa Padang tanpa harus pergi ke Padang, sini tempatnya. Kami tetap pakai resep turun‑temurun,” Haji Abdul Rahman, pemilik Warung Sate Padang Pak Haji.

Harga satu tusuk hanya Rp 8.000, dan porsi lengkap (5 tusuk + nasi) cukup untuk mengenyangkan dua orang. Bagi yang suka pedas, sambalnya dapat disesuaikan dengan tingkat kepedasan 1‑5, pilihan yang jarang ditemui di warung lain.

Ayam Bakar Taliwang – Sentuhan Lombok di Binjai

Di Jalan Sisingamangaraja No. 45, terdapat Ayam Bakar Taliwang “Rasa Nusantara”. Meski berasal dari Lombok, versi Binjai menambahkan rempah lokal seperti daun jeruk dan serai yang dipetik langsung dari kebun sekitar Kampung Tanjung Balai. Hasilnya? Daging ayam yang tetap juicy, dengan lapisan bumbu yang menempel hingga ke ujung jari.

Menurut Rina Suryani, kepala Dinas Pariwisata Binjai, “Kami mendorong kolaborasi kuliner antar daerah. Ayam Taliwang di sini menjadi contoh sinergi rasa yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.”

“Kolaborasi rasa ini meningkatkan kunjungan wisatawan sebesar 12 % pada kuartal pertama 2026,” ujar Rina Suryani, Kepala Dinas Pariwisata Binjai.

Mie Aceh “Sinar Laut” – Pedasnya Menggoda Selera Laut

Berjalan menuruni Jalan Sisingamangaraja Timur, aroma kaldu ikan segar menguar dari gerobak Mie Aceh Sinar Laut. Kuahnya terbuat dari kaldu ikan tenggiri yang direbus selama enam jam, kemudian dicampur bumbu khas Aceh. “Kami menambahkan udang segar dari pelabuhan Belawan, jadi rasanya lebih gurih,” ujar pemiliknya, Ahmad Zain, 34 tahun.

“Mie Aceh di sini memang berbeda; rasa pedasnya seimbang dengan keasinan laut, cocok bagi yang suka tantangan,” kata Ahmad Zain, pendiri Mie Aceh Sinar Laut.

Data dan Statistik yang Membuktikan Popularitas

  • Menurut Survey Wisata Kuliner 2026 yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara, 68 % responden menganggap “keunikan rasa lokal” sebagai faktor utama mengunjungi Binagai.
  • Penjualan makanan jalanan di pusat kota naik rata‑rata Rp 1,2 juta per hari pada kuartal pertama 2026, naik 15 % dibanding tahun 2025.
  • Platform pemesanan online mencatat peningkatan order “Sate Padang” sebesar 32 % sejak Januari 2026.

Tips Menikmati Wisata Kuliner Binjai

Berikut beberapa tips praktis yang saya rangkum dari pengalaman lapangan dan saran para pelaku usaha:

  • Datang pagi – Warung biasanya lebih sepi, sehingga Anda bisa menikmati makanan tanpa antre panjang.
  • Gunakan transportasi umum – Bus “Binjai Express” menghubungkan pusat kota dengan Pasar Binjai Lama setiap 15 menit.
  • Jangan ragu menanyakan tingkat kepedasan – Sebagian besar penjual siap menyesuaikan rasa sesuai selera.
  • Catat alamat GPS – Beberapa gerobak berada di gang sempit; pastikan Anda punya koordinat agar tidak tersesat.
  • Eksplorasi pasar tradisional – Di Pasar Binjai Lama, Anda dapat menemukan kerupuk tempe dan kue lapis legit yang tidak tersedia di restoran modern.

Penutup

Binjai tahun 2026 bukan lagi sekadar “kota apel”. Dengan ragam kuliner yang terus berinovasi, kota ini berhasil menarik ribuan pecinta makanan dari Sabang sampai Merauke. Jadi, bila Anda sedang merencanakan liburan kuliner, pastikan Binjai masuk dalam daftar. Karena di setiap sudutnya, ada rasa yang menunggu untuk diceritakan – dan Anda adalah saksi selanjutnya.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas