Wisata Kuliner di Pematang Siantar 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Wisata Kuliner di Pematang Siantar 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Sudah pernah merasakan sensasi makan “bubur kacang hijau” sambil mendengar alunan gamelan tradisional di alun‑alun Pematang Siantar? Kalau belum, 2026 ini saat yang tepat untuk menambah daftar kuliner wajib di kota yang dikenal dengan “Kota Tiga”. Dari pasar tradisional hingga kafe modern, Pematang Siantar menyuguhkan ragam rasa yang tak hanya menggoda lidah, tapi juga mengisahkan sejarah panjang Sumatera Utara.

Jejak Rasa di Pasar Tradisional

Pasar Pasar Kacang di Jalan Karya Bakti masih menjadi magnet bagi pecinta kuliner otentik. Di sana, tari aroma sate padang, bakso ikan, dan nasi goreng kampung menguar di setiap sudut. Menurut Ahmad Zulkarnain, pemilik warung “Sate Pak Jali”, “Setiap hari kami melayani sekitar 250 porsi, dan 70 % pembeli datang dari luar kota. Itu bukti kalau rasa tradisional kami memang masih relevan di era modern.”

Statistik Dinas Pariwisata Sumut 2025 mencatat bahwa kunjungan wisata kuliner ke Pematang Siantar meningkat 12 % dibanding tahun sebelumnya, dengan pasar tradisional menyumbang 45 % dari total kunjungan.

Makanan Khas yang Harus Dicoba

  • Rendang Daging Sapi – Dimasak perlahan dengan bumbu rempah khas Simalungun, biasanya disajikan dengan nasi putih pulen.
  • Sop Buntut Medan – Meski namanya “Medan”, versi Siantar lebih segar karena kaldu dibuat dari tulang sumsum lokal.
  • Keripik Talas – Gurih, renyah, dan diproduksi oleh UMKM “Talaskita” di kawasan Kampung Talas, yang kini mengekspor ke 5 negara Asia.
  • Es Kacang Hijau – Minuman manis dingin yang menjadi penyejuk di hari panas, biasanya ditambah kelapa muda.

Kafe Kontemporer di Jantung Kota

Beranjak ke Jalan Sisingamangaraja, kafe “Urban Brew” menawarkan menu fusion yang memadukan kopi robusta Sumut dengan cheesecake kelapa. “Kami ingin memberi sentuhan baru tanpa menghilangkan rasa asli,” ujar Dewi Lestari, manajer “Urban Brew”. Menurut data internal mereka, penjualan kopi specialty naik 30 % sejak 2024, menandakan selera konsumen yang semakin terbuka pada inovasi.

Selain kopi, “Urban Brew” juga menyajikan “Nasi Goreng Siantar” yang diperkaya dengan daging kambing lokal, telur puyuh, dan sambal terasi khas. “Kalau ada wisatawan yang hanya coba satu menu, ini pilihan yang tepat,” kata Dewi.

Spot Instagramable

Kalau ingin foto-foto yang mengundang likes, kunjungi Jalan Pagar Alam di dekat Stadion Pematang Siantar. Dinding mural berwarna-warni menampilkan tokoh-tokoh sejarah Sumut, sementara gerobak “Gorengan Pak Hadi” menyediakan camilan renyah seperti tempe mendoan dan bakwan jagung. “Kami menyiapkan 3 kg tempe setiap pagi, cukup untuk melayani 150 pengunjung sekaligus,” ungkap Pak Hadi, pemilik gerobak.

Tips Menikmati Wisata Kuliner Pematang Siantar

  • Waktu terbaik: Pagi hari (07.00‑09.00) untuk sarapan tradisional, sore (16.00‑18.00) untuk menikmati es kacang hijau di taman.
  • Transportasi: Gunakan ojek online atau sewa sepeda motor; lalu lintas di pusat kota relatif lancar di luar jam kantor.
  • Budget: Rata‑rata pengeluaran per orang sekitar Rp 75.000‑Rp 120.000, tergantung pilihan warung atau kafe.
  • Etika makan: Di pasar tradisional, gunakan sendok dan garpu plastik yang disediakan; hindari makan sambil berjalan untuk menghormati pedagang.

Penutup

Pematang Siantar memang tidak sebesar Medan, namun keunikan kulinerannya menjadikannya destinasi yang patut masuk dalam agenda wisata 2026. Dari rendang yang meleleh di lidah hingga es kacang hijau yang menyejukkan, setiap suapan menyimpan cerita budaya yang hidup. Jadi, ketika Anda merencanakan liburan ke Sumatera Utara, jangan lupa menambahkan “kuliner Pematang Siantar” ke dalam checklist. Siapa tahu, satu gigitan saja sudah cukup membuat Anda kembali lagi.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas