Wisata Kuliner di Tanjung Balai 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Wisata Kuliner di Tanjung Balai 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Sudah pernah mencicipi “kebanggaan” kuliner Tanjung Balai? Jika belum, 2026 ini menjadi tahun yang tepat. Kota pelabuhan di ujung timur Sumatera Utara ini kini sedang naik daun, bukan hanya karena pelabuhan baru yang melayani kapal kargo, tapi juga karena deretan makanan khas yang menggoda selera. Menurut data Dinas Pariwisata, kunjungan wisatawan kuliner meningkat 27 % dibandingkan tahun 2024, mencapai sekitar 150 000 orang. Nah, mari kita telusuri jejak rasa yang membuat para pelancong kembali lagi.

Makanan Khas yang Tidak Boleh Dilewatkan

Berjalan-jalan di sepanjang Jl. Sudirman dekat Pasar Tanjung Balai, aroma wangi ikan bakar dan bumbu rempah langsung menyerbu hidung. Berikut beberapa menu yang sudah masuk “must‑try list” 2026:

  • Ayam Bakar Taliwang Tanjung Balai – versi lokal dengan cabai merah keriting khas Sumut, dipadukan dengan daun jeruk yang memberi aroma segar. Setiap porsi biasanya dibungkus daun pisang, menambah rasa smoky yang otentik.
  • Mie Kocok Pak Siti – mie kuning kenyal disiram kuah kaldu sapi yang kental, ditaburi bawang goreng dan seledri. Rasanya gurih, pedas, dan sedikit asam, cocok untuk menghangatkan badan di sore hari.
  • Singkong Guling Sinar Mas – singkong yang dipanggang di atas bara api, kemudian dilapisi saus kelapa manis. Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam, bikin nagih.
  • Es Selendang Mayang – minuman es serut dengan sirup kelapa, susu kental manis, dan taburan kelapa parut. Segar, manis, dan pastinya cocok mengatasi panas tropis.

Yang menarik, sebagian besar warung yang menyajikan menu ini berada di Pasar Tanjung Balai dan area sekitarnya, sehingga wisatawan bisa “food‑trail” dalam satu sore.

Jalan‑jalan Kuliner di Pusat Kota

Jika Anda menganggap kuliner hanya soal makanan, sayangnya belum merasakan seluruh pengalaman. Di Tanjung Balai, suasana pasar, musik tradisional, dan interaksi hangat dengan penjual menjadi bagian tak terpisahkan.

Warung Pak Jali – Surga Sate Padang

Sate Padang di sini berbeda. Bumbu kacangnya lebih kental, dengan tambahan santan kelapa yang membuat rasa lebih lembut. “Kalau Anda suka pedas, jangan lupa tambahkan sambal ijo khas kami,” kata Rizal Hidayat, pemilik Warung Pak Jali. “Kami sudah melayani lebih dari 2.000 porsi setiap harinya, terutama saat akhir pekan.”

Kedai Kopi Lintas Laut – Tempat Nongkrong Anak Muda

Terletak di Jalan Pahlawan, kedai ini menyajikan kopi robusta Sumut yang diseduh dengan metode siphon. “Statistik penjualan kami naik 15 % sejak tahun lalu, karena banyak wisatawan yang mencari tempat foto Instagramable,” ujar Andi Pratama, manajer Kedai Kopi Lintas Laut. Kopi disajikan bersama kue lapis legit, menambah sensasi manis‑pahit yang seimbang.

Pasar Ikan Tanjung Balai – Surga Seafood Segar

Tak lengkap rasanya bila tidak mencicipi ikan bakar atau ikan goreng kuning yang masih berkilau dari laut. Di sini, para nelayan langsung menjual hasil tangkapan hari itu. “Rata‑rata harga ikan segar turun 10 % sejak pelabuhan baru beroperasi, jadi wisatawan dapat menikmati makanan laut premium dengan harga terjangkau,” jelas Budi Santoso, Kepala Dinas Pariwisata Tanjung Balai.

Tips Menikmati Wisata Kuliner di Tanjung Balai

  • Datang lebih awal – sebagian warung hanya buka sampai jam 19.00, jadi jangan sampai ketinggalan.
  • Gunakan transportasi umum – angkutan kota “Batik” tersedia setiap 15 menit, dan tarifnya hanya Rp 3.000 per perjalanan.
  • Jangan ragu bertanya – penduduk setempat suka berbagi rekomendasi, terutama tentang tempat makan “rahasia” yang tidak ada di guidebook.
  • Siapkan uang tunai – banyak warung kecil belum menerima kartu, jadi bawa uang pas agar transaksi cepat.

Selain itu, jika Anda ingin merasakan pengalaman kuliner yang lebih mendalam, coba ikut tur kuliner yang diorganisir oleh Traveloka Experience. Tur ini mencakup kunjungan ke tiga warung terbaik, sesi foto di pelabuhan, serta workshop singkat membuat sambal khas Sumut.

Penutup

Tanjung Balai memang sedang berada di puncak popularitasnya sebagai destinasi kuliner. Dengan kombinasi rasa otentik, harga bersahabat, dan keramahan penduduk, kota ini siap menjadi tujuan utama bagi pecinta makanan. Jadi, jangan sampai terlewat. Siapkan kamera, perut kosong, dan jadikan 2026 tahun Anda menelusuri setiap gigitan rasa yang tak terlupakan.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas