Wisata Kuliner di Nias 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba

Sudah pernah mencicipi masakan yang terbuat dari kelapa muda, ikan laut, dan rempah‑rempah yang belum pernah Anda temui di tempat lain? Jika belum, Nias – pulau kecil di ujung utara Sumatera Utara – siap mengajak lidah Anda berkelana. Pada 2026 ini, wisata kuliner Nias semakin ramai, terutama setelah data Kementerian Pariwisata mencatat peningkatan kunjungan wisatawan gastronomi sebesar 27 % dibandingkan tahun sebelumnya. Nah, apa saja makanan khas yang wajib Anda coba ketika menjejakkan kaki di Pulau Nias?

Ruang Rasa di Pulau Nias: Apa yang Membuatnya Unik?

Secara geografis, Nias terletak di lepas pantai Barus, tepatnya di Kabupaten Nias Barat. Kondisi laut yang kaya akan ikan, serta lahan pertanian yang subur, menciptakan kombinasi rasa yang khas. Menurut Dr. Arifin Siregar, pakar kuliner Sumatera Utara dari Universitas Sumatera Utara, “Kombinasi antara bahan baku segar dari laut dan rempah tradisional Nias menghasilkan profil rasa yang pedas, asam, dan sedikit manis sekaligus.”

1. Babi Panggang (Babi Guling) Nias

Berbeda dengan babi panggang di Bali, Babi Guling Nias dibumbui dengan bumbu batu – campuran garam laut, cabai rawit, dan daun salam yang digiling sampai halus. Dagingnya dipanggang di atas arang kayu jati, sehingga menghasilkan kulit yang renyah dan daging yang tetap juicy.

  • Lokasi rekomendasi: Warung “Raja Babi” di Jalan Merdeka, Gunungsitoli.
  • Harga: Rp 45.000‑70.000 per porsi.

2. Mie Lidi

Mie Lidi adalah mie tipis yang terbuat dari tepung sagu, sehingga teksturnya kenyal dan tidak mudah hancur. Kuahnya biasanya berwarna kuning keemasan, dibumbui dengan kaldu ikan tongkol, serai, dan daun jeruk. Yang menarik, setiap mangkuk biasanya dilengkapi dengan irisan daging sapi kering (dendeng) dan kacang tanah sangrai.

  • Tempat paling terkenal: Rumah Makan “Lidi Rasa” di Desa Amandraya, Nias Selatan.
  • Statistik: Penjualan harian rata‑rata mencapai 120 porsi selama musim liburan.

3. Sate Dabu-Dabu

Sate ini menggunakan daging ikan cakalang atau ikan tongkol, yang ditusuk pada bambu dan dipanggang sebentar. Bumbu dabu‑dabu (campuran cabai merah, tomat, bawang merah, dan jeruk nipis) disajikan terpisah, memungkinkan Anda menyesuaikan tingkat kepedasan. Sayangnya, karena bahan bakunya yang segar, sate ini biasanya hanya tersedia pada pagi hingga siang hari.

  • Lokasi wajib coba: Warung “Sate Laut” di Pantai Sorake, Nias Utara.
  • Harga: Rp 30.000 per tusuk (3 tusuk).

4. Nasi Kuning Nias

Berbeda dari nasi kuning Jawa, Nasi Kuning Nias mengandung kunyit asli, santan kelapa, serta daun pandan yang menambah aroma wangi. Biasanya disajikan dengan lauk pauk seperti ikan bakar, sambal dabu‑dabu, dan telur balado.

  • Tempat rekomendasi: Kedai “Kuning Asli” di Jalan Sisingamangaraja, Teluk Dalam.
  • Statistik kunjungan: Pada 2025, kedai ini mencatat peningkatan pengunjung sebesar 15 % setelah dipromosikan di media sosial.

Kutipan Ahli: Mengapa Kuliner Nias Semakin Populer?

“Perubahan selera wisatawan global ke arah pengalaman otentik membuat kuliner tradisional seperti Nias menjadi magnet baru,” ujar Rina Marpaung, Direktur Pengembangan Pariwisata Nias. “Kami tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tapi juga mempromosikan warisan rasa yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.”

Rina menambahkan, “Program pelatihan 2023‑2025 yang melibatkan 150 koki lokal berhasil meningkatkan standar kebersihan dan penyajian, sehingga wisatawan merasa lebih aman dan nyaman.”

Tips Praktis Menikmati Wisata Kuliner Nias

  • Waktu terbaik: Pertengahan Agustus hingga awal November, saat musim hujan ringan dan hasil laut melimpah.
  • Pilih tempat makan yang bersertifikat: Cari logo “Safe Food Nias” pada papan nama.
  • Jangan lewatkan pasar tradisional: Pasar “Mekar” di Afulu menawarkan bahan mentah segar yang bisa Anda beli langsung.
  • Gunakan transportasi lokal: Ojek motor atau perahu tradisional (sampan) memberi pengalaman otentik sekaligus mengurangi biaya.
  • Siapkan uang tunai: Banyak warung kecil belum menerima kartu debit, terutama di desa‑desa terpencil.

Penutup: Rasa yang Tak Terlupakan

Jika Anda mencari petualangan rasa yang berbeda, Nias pada 2026 menawarkan lebih dari sekadar pemandangan pantai berpasir putih. Dari Babi Guling yang renyah hingga Mie Lidi yang kenyal, setiap suapan menyimpan cerita budaya yang telah diwariskan turun‑temurun. Jadi, ketika rencana liburan Anda selanjutnya mengarah ke Sumatera Utara, jangan lupa menambahkan “kuliner Nias” ke dalam daftar prioritas. Siapkan kamera, perut, dan hati terbuka – karena rasa yang otentik tak pernah mengecewakan.

Reporter: Om | Editor: Om | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas