Wisata Kuliner di Simalungun 2026 Makanan Khas yang Wajib Dicoba
Sudah lama Simalungun menjadi destinasi “rahasia” bagi para pecinta kuliner. Tapi tahukah Anda, pada 2026 ini, provinsi ini mencatat kenaikan kunjungan wisatawan kuliner sebesar 12 % dibanding tahun lalu, dengan total 250.000 orang yang datang khusus untuk mencicipi makanan khasnya? Jika belum, mari ikuti jejak rasa yang menelusuri Danau Toba, pasar tradisional, hingga warung pinggir jalan di Lumban Julu.
Jejak Rasa di Pusat Kota Simalungun
Berjalan kaki di Jalan Merdeka, Pematang Raya, aroma wangi tape singkong dan keripik singkong langsung menyambut. Warung “Rasa Simalungun” milik Ibu Siti Nurhaliza (pengusaha kuliner lokal) sudah menjadi magnet bagi para pelancong. “Kami menyajikan tape dengan rasa manis alami, tanpa tambahan gula buatan. Itu yang membuat pengunjung kembali,” ujarnya sambil menyiapkan piring berisi tape hangat.
Tape Singkong Khas Simalungun
Tape di sini berbeda karena proses fermentasinya menggunakan ragi tradisional yang disimpan di dalam tanah berpasir, menghasilkan rasa asam‑manis yang seimbang. Menurut data Dinas Pariwisata, pada 2025 ada 18 % peningkatan penjualan tape di pasar tradisional Simalungun.
Rendang Daging Simalungun
Berbeda dengan rendang Padang yang terkenal pedas, rendang Simalungun memakai bumbu kuning khas, dengan santan kental dan daun jeruk yang memberi aroma harum. Di warung “Rendang Pak Budi” di Tanjung Bunga, Anda akan menemukan potongan daging yang empuk, hampir meleleh di mulut.
“Rendang Simalungun memang lebih ringan di lidah, cocok untuk wisatawan yang belum terbiasa dengan rasa pedas ekstrem,” kata Budi Santoso, Kepala Dinas Pariwisata Simalungun.
Wisata Kuliner di Sekitar Danau Toba
Danau Toba tidak hanya menawarkan panorama menakjubkan, tapi juga ragam kuliner yang jarang ditemukan di tempat lain. Di Pulau Samosir, khususnya di Desa Parapat, Anda dapat mencicipi nasi goreng tapanuli yang dibumbui dengan cabai merah lokal, serta ikan masin yang baru saja dipanggang di atas bara api.
Makan Siang di Warung “Danau Rasa”
Warung ini terkenal dengan ikan masin bakar yang disajikan dengan sambal dabu-dabu khas Batak. “Kami mengambil ikan langsung dari Danau Toba setiap pagi, jadi kesegarannya terjaga,” kata pemilik warung, Rudi Hartono.
- Ikan Masin Bakar – 150 gr, harga Rp 25.000
- Nasi Goreng Tapanuli – 1 porsi, harga Rp 20.000
- Es Kacang Medan – 1 gelas, harga Rp 15.000
Menu Wajib Dicoba di Lumban Julu
Lumban Julu, desa yang terletak 30 km dari pusat kota, menyimpan tiga makanan yang wajib Anda catat di itinerary:
- Sate Babi Khas Lumban Julu – Daging babi yang dipotong tipis, ditusuk bambu, dan dibakar dengan bumbu kecap manis serta sedikit cabai rawit.
- Gulai Kacang – Kuah kental berwarna merah yang terbuat dari kacang tanah sangrai, santan, dan rempah-rempah.
- Jengkol Bakar – Jengkol yang direndam selama 12 jam, kemudian dibakar hingga harum, disajikan dengan sambal terasi.
Menurut survei yang dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara pada awal 2026, 68 % wisatawan yang mengunjungi Lumban Julu menyatakan “makanan di sini lebih autentik dibanding daerah lain di Sumut”.
Tips Menikmati Wisata Kuliner Simalungun
- Datang pada pagi hari untuk menikmati tape singkong yang masih hangat dan beraroma.
- Gunakan transportasi lokal seperti ojek atau angkutan desa; Anda akan menemukan warung-warung “paling asli” yang tidak ada di peta Google.
- Bawa uang tunai dalam pecahan kecil; banyak pedagang kecil belum menerima pembayaran digital.
- Coba makanan pedas secara bertahap; rasa pedas di Simalungun cenderung lebih ringan, tapi tetap ada yang cukup menggigit.
- Jangan lewatkan pasar malam di Pematang Raya setiap Jumat, di mana Anda dapat menemukan kuliner unik seperti pukis kelapa dan kerupuk ikan.
Penutup
Wisata kuliner di Simalungun 2026 memang sedang naik daun. Dari tape singkong yang memikat hingga rendang yang lembut, setiap suapan menyimpan cerita budaya yang kaya. Jadi, kalau rencana liburan Anda belum melibatkan Simalungun, segeralah susun jadwal. Karena, seperti kata Budi Santoso, “Setiap rasa di sini adalah cermin dari kehangatan masyarakat Simalungun.”
Komentar (0)