Berita Keracunan MBG Terus Terjadi, Sudaryono Sebut Polemik Hanya Ramai di Medsos

Berita Keracunan MBG Terus Terjadi, Sudaryono Sebut Polemik Hanya Ramai di Medsos

Foto: Kepala BGN Sudaryono. [Ist]

TajukRakyat, Jakarta- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menanggapi berbagai kritik yang bermunculan di media sosial.

Sorotan terhadap program tersebut, termasuk berita keracunan MBG, dinilai Sudaryono tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan. Ia menyebut persoalan MBG lebih ramai dibicarakan di media sosial dibandingkan kondisi yang ditemuinya secara langsung.

Menurut Sudaryono, kritik yang bermunculan tidak hanya berasal dari masyarakat, tetapi juga dari sejumlah pihak seperti guru, orang tua siswa, wartawan hingga organisasi masyarakat sipil.

Ia bahkan mengaitkan sebagian sorotan terhadap MBG dengan kepentingan ideologis dan politik.

“Kenapa ramai? Satu, adalah ideologis, ini masalah urusan politik,” kata Sudaryono.

Selain kritik dari luar, Sudaryono mengakui adanya persoalan yang muncul dari internal BGN. 

Menurutnya, sejumlah pihak di lingkungan lembaga tersebut turut memberikan sorotan setelah dirinya melakukan penertiban terhadap petugas yang dinilai melakukan kesalahan dalam pelaksanaan program.

Meski mendapat berbagai keluhan, Sudaryono memastikan langkah penertiban akan terus dilakukan. Ia menyebut BGN tidak akan membiarkan dapur MBG yang dinilai bermasalah tetap beroperasi.

Bahkan, Sudaryono mengungkapkan hampir 2.000 dapur MBG telah ditutup karena dianggap memiliki persoalan dalam pelaksanaannya.

Pernyataan tersebut kemudian kembali memicu perbincangan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan penilaian BGN yang menyebut persoalan MBG lebih banyak ramai di media sosial, sementara sejumlah kasus gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG juga masih menjadi perhatian publik.

Kemunculan berbagai berita keracunan MBG membuat masyarakat kembali mempertanyakan pengawasan kualitas makanan, keamanan menu, hingga evaluasi terhadap dapur yang menjadi penyedia makanan program tersebut.

Di tengah perdebatan itu, pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah kritik terhadap MBG memang hanya persoalan yang ramai di media sosial, atau justru menjadi sinyal bahwa masih ada persoalan yang perlu dibenahi di lapangan?

Bagaimana menurut Anda, apakah kritik dan berita keracunan MBG selama ini hanya dibesar-besarkan di media sosial, atau memang menjadi evaluasi penting bagi pemerintah?

Reporter: Rio Bramastra | Editor: Rio Bramastra | Sumber: Tajukrakyat.com

Komentar (0)

Beranda Cari Gelap Atas