Kuliner Khas Simalungun yang Jarang Diketahui
Sudah pernah mencicipi nasi tumpeng di Medan? Kalau belum, mungkin Anda belum menjelajah ke ujung barat Sumatera Utara, tepatnya Simalungun. Di sinilah kuliner yang jarang dikenal oleh wisatawan melahirkan rasa yang “memanggil” lidah, sekaligus menyimpan cerita panjang tentang budaya Batak Toba. Nah, kali ini saya mengajak pembaca tajukrakyat.com menelusuri jejak rasa yang masih terjaga di antara pegunungan dan danau yang memukau.
Mengenal Lebih Dekat Kuliner Simalungun
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, Simalungun mencatat 3,2 % pertumbuhan wisata kuliner dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih kalah populer dibandingkan daerah sekitarnya. Angka ini menandakan ada peluang besar bagi para pecinta kuliner untuk menemukan “permata tersembunyi”.
Makanan yang Jarang Diketahui
Berikut beberapa menu yang belum masuk daftar “must‑try” di guidebook mainstream, tapi patut masuk ke agenda kuliner Anda:
- Arsik Simalungun – Ikan mas atau ikan gabus yang dimasak dengan bumbu khas beras merah, daun salam, dan rempah-rempah lokal. Rasanya cenderung pedas-manis, mirip arsik Toba namun dengan sentuhan gula aren.
- Manuk Bakar Tuktuk – Ayam kampung yang dipanggang dengan bambu tuktuk, kemudian disiram kecap manis berbumbu kayu manis dan cengkeh. Aroma asap bambu memberi sensasi “smoky” yang tidak ada duanya.
- Rumpa Babi Khas Simalungun – Daging babi yang dipotong tipis, dibumbui dengan daun jeruk, serai, dan sedikit kecap ikan, lalu digoreng hingga garing. Dihidangkan bersama sambal terasi khas.
- Paru Babi Bakar Deli – Paru segar dibalut daun pisang, dibakar dengan bumbu kelapa parut, bawang merah, dan cabai rawit. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan teksturnya tetap lembut.
- Juhu Khas Simalungun – Sejenis kue beras yang dimasak dalam daun pisang, diisi dengan kelapa parut manis dan gula merah cair. Cocok sebagai camilan sore di kawasan Danau Toba.
“Arsik Simalungun memang berbeda. Bumbu beras merah memberi warna sekaligus rasa yang lebih earthy dibanding arsik Toba. Kalau Anda belum coba, jangan lewatkan saat berkunjung ke Pematang Raya,” ujar Budi Santoso, Kepala Dinas Pariwisata Simalungun.
Mengapa Kuliner Ini Belum Populer?
Sayangnya, sebagian besar restoran di kota besar seperti Medan lebih mengedepankan masakan Padang atau Sunda. Sementara itu, warung tradisional di desa-desa Simalungun, terutama di Parapat dan Dolok Sanggul, masih mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut. Data Kementerian Pariwisata 2022 mencatat hanya 12 % wisatawan yang menyebutkan “kuliner lokal” sebagai alasan utama berkunjung ke Simalungun.
Faktor lain adalah kurangnya dokumentasi visual. “Kalau tidak ada foto di Instagram, orang tidak tahu,” kata Rina Sari, pemilik warung “Sate Simalungun” di Berastagi. “Kami sudah coba mengunggah, tapi algoritma Instagram lebih suka makanan yang sudah viral. Jadi kami masih berjuang menampilkan keunikan rasa kami.”
Namun, ada cahaya di ujung terowongan. Pemerintah daerah baru saja meluncurkan program “Simalungun Culinary Trail” yang menargetkan peningkatan kunjungan wisata kuliner sebesar 25 % dalam tiga tahun ke depan. Program ini meliputi pelatihan bagi para pelaku usaha, pembuatan label halal, dan promosi lewat media sosial.
Tips Menikmati Kuliner Simalungun
- Datang pada pagi hari – Banyak warung menyiapkan menu segar seperti manuk bakar tuktuk yang baru dipanggang.
- Gunakan uang tunai – Di beberapa desa, terutama di Dolok Sanggul, pembayaran digital masih terbatas.
- Coba paket “coba‑coba” – Beberapa restoran menawarkan platter kecil berisi tiga atau empat jenis makanan tradisional.
- Jangan ragu bertanya – Penjual biasanya senang menjelaskan asal‑usul bumbu, misalnya penggunaan beras merah pada arsik.
- Catat alamat – Simpan nama warung beserta lokasinya, karena banyak yang tidak terdaftar di Google Maps.
Penutup
Jika Anda mencari pengalaman kuliner yang belum terjamah ribuan wisatawan, Simalungun menawarkan segudang rasa yang autentik dan cerita yang mengikat. Dari arsik berwarna merah hingga juhu manis yang dibungkus daun pisang, setiap suapan adalah perjalanan melintasi ladang padi, hutan bambu, dan tepi Danau Toba yang menawan. Jadi, ketika rencana liburan ke Sumatera Utara berikutnya muncul, sisipkan satu hari di Simalungun – rasa baru menanti, dan cerita baru pun siap Anda bawa pulang.
Komentar (0)