TajukRakyat.com,Marelan – Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun terseret sepeda motor yang dikendarai pelaku perampokan.
Kejadiannya di Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamata Medan Marelan. Sabtu (10/1/26) kemarin.
Aksi Heroik Bocah 9 Tahun
Aksi heroik bocah berinisial JV yang duduk di kelas III SD ini karena mempertahankan handphone (hp) yang dicuri pelaku.
Siang itu, pelaku menyantroni rumah orangtua korban di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Sabtu (10/1/26) siang.
Mulanya sekitar pukul 11.30 WIB, ayah korban yakni Darfan (52) menjemput JV di sekolah yang tak jauh dari rumahnya.
Setelah menunggu beberapa menit sang anak (JV) tak kunjung muncul.
Lalu, Darfan memutuskan pulang dan beranggapan JV sudah lebih dahulu pulang ke rumah.
“Saya tungguin enggak pulang, akhirnya saya pulang sendiri. Pas sampai rumah, dia (JV) sudah ada di rumah tapi kakinya berdarah-darah,” ujar Darfan dalam keterangannya dikutip Senin (12/1/26).
Rekaman CCTV dan Keterangan Korban
Berdasarkan keterangan anaknya dan dari rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) diketahui saat kejadian korban (JV) sedang berada di kamar mandi.
Saat bersamaan, korban mendengar ada suara orang membuka pintu rumah dan mengira itu adalah ayahnya yang baru pulang.
Pas dibuka pintu kamar mandi, korban terkejut karena ada orang tak dikenal masuk ke dalam rumah.
Begitu melihat ada orang dalam rumah, pelaku langsung mengambil tas milik korban berisi hp.
Korban pun menghadang dan mencegah pelaku yang bertubuh besar.
Usaha korban sia-sia, pelaku pun kabur keluar rumah dan menyalakan sepeda motor yang diparkirkan pelaku di depan rumah korban.
Akan tetapi, korban tidak patah arang dan terus mengejar pelaku sampai ke sepeda motor.
Dengan penuh berani, korban memegang gagang (gawang-red) tempat duduk belakang sepeda motor agar pelaku tidak kabur.
Pelaku Tancap Gas Kabur
Melihat aksi nekat korban, pelaku pun membuang hp korban dan terus tancap gas hingga bocah SD ini terseret.
Setelah terseret beberapa meter, korban melepaskan gagang sepeda motor pelaku hingga korban mengalami luka-luka dibagian kaki.
“Saat pelaku melirik ke belakang lalu tancap gas. Anak saya diperkirakan terseret aspal sejauh kurang lebih 20 meter,” ujarnyap.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka di bagian kaki.
Pelaku hanya mengambil tas berisi uang Rp 100 ribu, dan handphone dibuang saat pelaku mau kabur
“Kami sudah melapor ke kepling setempat, namun belum ke polisi. Rencananya akan membuat laporan jika kondisi korban sehat,” ujarnya.(saka)