Ratusan Santri Keracunan MBG Sidoarjo, Apa Menunya?
Foto: Ilustrasi santri keracunan MBG Sidoarjo menjalani perawatan. [Pexels]
Sebanyak 512 santri keracunan MBG Sidoarjo, Jawa Timur. Sebagian besar korban mengalami keluhan pusing, sakit perut, mual, hingga muntah.
Kasus santri keracunan MBG Sidoarjo ini melibatkan ratusan penerima makanan dari sejumlah lembaga. Menu yang disantap para santri sebelum mengalami gangguan kesehatan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis, baby corn, serta buah apel.
Salah seorang santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam mengungkapkan, makanan program Makan Bergizi Gratis tersebut dibagikan pada sore hari, Selasa (1/9/2026).
Setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah santri dan santriwati mulai mengeluhkan kondisi kesehatan. Mereka mengalami pusing, sakit perut, mual, hingga muntah sehingga membutuhkan penanganan medis.
512 Pasien Ditangani, 80 Masih Dirawat
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan hingga Rabu (2/9/2026) pagi tercatat sebanyak 512 pasien telah dilarikan dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit.
Para pasien tidak hanya berasal dari Pondok Pesantren Mambaul Hikam di Kecamatan Tanggulangin. Mereka berasal dari 19 lembaga yang diketahui menerima distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
“Per pagi ini tercatat ada 512 pasien yang terlapor dilarikan ke RS. Pasien tidak hanya dari Ponpes Mambaul Hikam. Ada 19 lembaga yang sama-sama menerima dari SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo,” kata Emil.
Dari total 512 pasien tersebut, sebanyak 80 orang masih menjalani rawat inap. Kemudian, 312 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara 120 pasien lainnya masih menjalani observasi medis.
RS Notopuro Tangani Pasien Terbanyak
Rumah Sakit Notopuro menjadi fasilitas kesehatan yang menangani jumlah pasien terbanyak dalam kasus dugaan santri keracunan MBG Sidoarjo.
Tercatat sebanyak 334 pasien mendapat penanganan di rumah sakit tersebut. Dari jumlah itu, tiga pasien masih menjalani rawat inap, 239 pasien telah diperbolehkan pulang, sedangkan 92 pasien lainnya masih dalam tahap observasi.
Sementara itu, RS Delta Surya menangani 20 pasien. Sebanyak 15 pasien masih menjalani perawatan, satu pasien telah diperbolehkan pulang, dan empat pasien lainnya masih menjalani observasi.
Santri Dievakuasi hingga Malam Hari
Setelah keluhan kesehatan muncul, para santri yang mengalami gejala langsung dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Mereka dibawa ke puskesmas terdekat hingga RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Proses evakuasi dilaporkan berlangsung hingga malam hari. Sejumlah kendaraan, mulai dari mobil pribadi, ambulans Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kendaraan yayasan sosial, hingga mobil relawan, terlihat keluar masuk kawasan pondok pesantren.
Warga dan para santri juga ikut membantu proses evakuasi korban yang mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG.
Kasus santri keracunan MBG Sidoarjo ini pun menjadi perhatian setelah jumlah pasien yang membutuhkan penanganan medis terus bertambah dan berasal dari sejumlah lembaga penerima makanan yang sama.
Komentar (0)