TajukRakyat.com,Jakarta – Nama Jokowi kembali disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 yang melibatkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Tuduhan muncul bahwa Jokowi mengarahkan Yaqut untuk menghindari panggilan Pansus DPR dengan mengirimnya ke Paris, Prancis.
Hal ini disampaikan Islah Bahrawi dalam podcast Akbar Faizal dan terungkap cerita kalau Yaqut sempat diungsikan ke Paris, Prancis menghindari panggilan Pansus DPR.
Pansus DPR Usut Pembagian Kuota Haji
Diketahui, Pansus DPR dibentuk pada Desember 2024 untuk mengusut pembagian kuota haji, dipimpin Nusron Wahid.
Yaqut tidak hadir karena mengikuti Konferensi Perdamaian Paris pada 23 September 2024.
“Ketika muncul Pansus di DPR dan saya lihat di berita kok Gus Yaqut berat banget datang ke Pansus,” kata Islah Bahrawi seperti dilihat dari unggahan video instagram Akbar Faizal, Kamis 15 Januari 2026.
“Saya datang ke Gus Yaqut, Gus kenapa sampean, nggak ceritakan aja semua ini di Pansus DPR itu. Itu adalah media sampean kesempatan sampean untuk menceritakan semua ini,” sambungnya.
Akbar Faizal lalu menanyakan mengapa Gus Yaqut tidak datang ke Pansus di DPR saat itu.
“Kenapa Gus Yaqut tidak mau datang pada saat itu?,” tanya Akbar Faizal.
Konferensi Perdamaian Dunia di Prancis
Islah Bahrawi lalu menjelaskan saat bersamaan ada Konferensi Perdamaian Dunia di Prancis.
Pada saat yang bersamaan itu ada Konferensi Perdamaian Dunia di Prancis, yang dibuka oleh Presiden Macron.
“Jokowi diundang tapi Jokowi kemudian memberikan posisi delegasi dari Indonesia itu kepada Kementerian Pertahanan karena ini berbicara tentang perdamaian dunia,” katanya.
Namun, saat Gus Yaqut dipanggil Pansus, Islah Bahrawi membeberkan kalau eks Presiden Jokowi malah menyuruhnya menggantikan Menhan untuk datang ke Paris.
‘Gus Yaqut datang ke Presiden Jokowi, pak apakah saya akan datang ke Pansus itu di DPR tapi saya akan bercerita apapun sepanjang yang saya alami dan sejujur-jujurnya akan saya ceritakan di DPR itu, sesuai dengan apa yang saya ketahui,” ujarnya.
“Lalu kemudian Jokowi membuat surat reposisi dari Prabowo dipindah kepada Gus Yaqut selaku Menteri Agama untuk mengikuti Konferensi Perdamaian Dunia dengan Macron di Prancis. Ya supaya Gus Yaqut tidak datang ke Pansus, itu perintah Jokowi,” tambahnya.
Islah tidak mengerti apa alasan Jokowi memerintahkannya untuk tidak hadir ke Pansus DPR, dan malah menyarankan agar berangkat ke Paris.
“Sehingga Gus Yaqut bilang ke saya, saya udah tanya ke teman-teman DPR kalau saya tidak datang ke Pansus lawan saya dua, Pansus dan Presiden,” ungkap Islah.
Sebaliknya, lanjut Islah menerangkan bila Gus Yaqut datang ke Pansus, maka dia akan bermusuhan dengan Jokowi.
“Kalau saya datang maka saya akan bermusuhan dengan Presiden (Jokowi), akhirnya saya memilih daripada saya bermusuhan dengan Presiden saya memilih untuk mengikuti arahan Presiden, berangkat ke Prancis,” tukasnya.(*)