Tiga Pelaku Penganiayaan Avin Ginting Ditahan, Tiga Lagi Diburu
TajukRakyat.com,Medan - Akhirnya, polisi meringkus dan menahan tiga pelaku penganiayaan Avin Valentino Ginting (25).
Sedangkan tiga pelaku lainnya masih diburu personel Unit Reskrim Polsek Sunggal.
Gara-gara Truk Sarat Muatan
Aksi penganiayaan terjadi, saat korban memprotes truk sarat muatan yang melintas di wilayah tempat tinggalnya.
Hal itu dibenarkan Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat dalam keterangannya kepada awak media,
"Tiga pelaku sudah kita tahan. Tiga lagi masih diburu. Kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan," terang kapolsek.
Setelah dilakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti serta keterangan saksi, proses ditingkatkan menjadi penyidikan.
"Kita lakukan penangkapan dan kita lakukan pemeriksaan," ujar Bambang.
Ketiga pelaku yakni Ahmad Faisal (31), M Zakaria (30), dan Agus Syawaludin alias Syawal (45) semuanya warga Jalan Kompos km 12, Gang Pensiunan Dusun III, Desa Pujimulyo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Tiga Pelaku Lagi Diburu
Namun, polisi menyatakan masih ada tiga orang lain yang diduga terlibat dan lagi diburu diantaranya Idris, Farlan, dan Rian.
"Hingga kini, pihaknya sedang berupaya untuk menangkap ketiga pelaku ini," lanjutnya.
Berkas perkara untuk tiga tersangka yang telah ditahan telah dilimpahkan ke Penuntut Umum (JPU) dengan berkas P19 pada 22 Desember 2025.
Untuk kelengkapan berkas, polisi masih membutuhkan keterangan tambahan dari korban dan melakukan pemanggilan kepada korban pada 31 Desember 2025, namun korban tidak hadir.
Korban Akan Dipanggil Ulang
"Kita akan melakukan pemanggilan ulang dan berharap korban kooperatif," ujarnya.
Peristiwa penganiayaan terjadi pada 15 Oktober 2025.
Saat itu, Avin bersama beberapa rekannya melakukan aksi protes dengan memasang portal secara mandiri di Jalan Kompos Desa Pujimulyo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Tujuannya untuk mencegah truk yang melebihi tonase melintas di Jalan Kompos yang masuk ke kawasan pergudangan.
Aksi ini rupanya menimbulkan keberatan di kalangan para pekerja bongkar muat di pergudangan tersebut.
Beberapa orang kemudian mendatangi Avin di lokasi portal, memicu cekcok.
Kedua belah pihak lalu berusaha berdamai di kantor desa.
"Di kantor desa tidak ada titik temu dan terjadi cekcok dan terjadilah penganiayaan," jelasnya.
Akibat penganiayaan itu, Avin Valentino Ginting mengalami luka-luka di bagian wajah, bibir, dan beberapa bagian tubuh lainnya.(saka)
Komentar (0)